Translate

Saturday, November 8, 2014

Golongan Orang-Orang Yang Aneh. oleh : Ustadz Abdullah Hafizhi, Lc.



DHUHA 241014
  
PENGAJIAN DHUHA MASJID BAITUSSALAM

Golongan Orang-Orang Yang Aneh.
Ustadz Abdullah Hafizhi,  Lc.
 
Jum’at,  29 Dzulhijjah 1435 H – 24 Oktober 2014


Assalamu’alaikum wr.wb.,

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala.
Dalam Kitab Faidhul Qodir Jilid IV karya Imam Manawi juga dalam Kitab Ar Rosail karya Imam Subqi (belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,  masih berbahasa Arab), terdapat  Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Ibnu Majah,  Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Islam pertama kali  datang di muka bumi ini dianggap aneh oleh orang dan kelak di akhir zaman (seperti pada zaman sekarang ini) Islam juga dianggap aneh oleh orang.  Beruntunglah orang yang dianggap aneh oleh manusia dalam menjalankan ajaran Islam yang benar”.  

Ternyata memang benar, zaman sekarang bila ada orang mengerjakan ajaran Islam dengan benar, maka akan dianggap aneh oleh banyak orang.   Di zaman sekarang orang yang melakukan korupsi, kolusi, mempermainkan kuitansi, berlaku tidak jujur, dianggap biasa.   Tetapi orang-orang yang jujur, tidak mau korupsi, tidak mau menipu, justru dianggap aneh.  Orang jujur dan benar dianggap aneh, bahkan diolok-olok :  sok jujur, sok suci, dsb.

Budaya Barat datang ke negeri kita (Indonesia) sudah semakin menggebu-gebu, jangankan kawula muda,  orang-orang tua-pun sudah ter-kontaminasi (tertular) budaya Barat. 
Contoh kecil : Sekarang jabatan tangan antara laki-laki dan perempuan dianggap biasa, dianggap halal.  Padahal  hukumnya haram dan berdosa bila bersalaman (jabat-tangan) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom-nya. 

Haditsnya :  Dalam Kitab Shahih Imam Bukhari diriwayatkan bahwa ketika semua orang laki-laki bersalaman (jabat-tangan) dengan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam untuk janji setia, lalu ada seorang perempuan juga hendak ikut bersalaman dengan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, maka ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata : “Tangan Rasulullah seumur hidup beliau belum pernah menyentuh perempuan lain, kecuali isteri beliau”.

Juga dalam Kitab Ashabus Sunnan,  Hadits riwayat Imam At Turmudzi, Imam Ibnu Majah, Imam An Nasai dan Imam Abu Dawud, dari Aminah binti Ruqayah rodhiyallahu ‘anha, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sungguh aku haram berjabat-tangan dengan perempuan kecuali mahrom”.

Juga Hadits riwayat Imam Ath Thobroni, dari sahabat bernama Ma’qil bin Yasar rodhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sungguh kalau saja kepalamu ditusuk-tusuk dengan jarum, atau dipukuli dengan palu besi, itu lebih baik kamu pilih daripada kamu menyentuh perempuan lain yang tidak halal bagimu”.
Semua Hadits-Hadits tersebut Shahih. 

Kenyataan sekarang orang laki-laki bersalaman (jabat-tangan) dengan perempuan yang bukan mahrom-nya dianggap biasa, tidak merasa berdosa (salah) sedikitpun. Padahal yang demikian itu diancam di neraka dengan ditusuk-tusuk kepalanya atau dipukuli kepalanya dengan palu besi.   Tetapi kalau ada laki-laki tidak mau salaman (jabat-tangan) dengan perempuan lain, justru dianggap aneh, lalu diolok-olok : Aneh, sok suci, munafik, ketinggalan zaman, dst. 

Begitulah kalau orang menjalankan agama dengan benar.  Tinggal pilih mana,  antara dipukuli kepalanya dengan palu besi kelak di neraka atau biarlah dianggap aneh manusia, yang penting selamat di Akhirat kelak. Dan sesungguhnya, kalau mau,  kita bisa menghindar dari perbuatan dosa.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam AlQur’an Surat Ali Imran ayat 31 :


سُوۡرَةُ آل عِمرَان

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡ‌ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬ (٣١)

Katakanlah(Muhammad): "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Rasulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah ber-salaman (jabat-tangan) dengan perempuan lain. Kalau kita mengikuti Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam maka jaminannya adalah : Allah akan mencintai kita dan mengampuni dosa-dosa kita.

Oleh karena itu bila anda mulai hari ini tidak mau lagi bersalaman, bersentuhan dengan perempuan lain yang bukan mahrom anda, maka doa-dosa anda yang lalu akan diampuni oleh Allah subhanahu wata’ala. Tetapi bila sejak hari ini anda sudah tahu bahwa itu hukumnya haram, anda masih juga berjabat-tangan (bersalaman) lagi laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom-nya, maka adzab (siksanya) dua kali lipat. Orang yang tahu dan paham, tentu akan sadar bahwa yang demikian itu tidak boleh (haram, berdosa) dan resikonya adalah siksa neraka.
Itulah contoh sesuatu yang dianggap aneh manusia, tetapi beruntung di hadapan Allah subhanahu wata’ala.

Yang dianggap aneh oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya adalah :

1.Ayat-ayat AlQur’an ada pada diri orang dzolim.
Orangnya suka mendzolimi, menipu, membohongi dan mengkhianati orang lain, tetapi ketika ia disuruh membaca AlQur’an ternyata bacaannya bagus, lancar dan fasih.   Orangnya suka korupsi, manupulasi, mempermainkan kuitansi, menipu uang Negara, uang rakyat,  tetapi ketika disuruh membaca AlQur’an ia bisa membaca dengan bagus dan lancar luar-kepala dan fasih.

Juga orangnya suka mabuk-mabukan, minuman keras, berbuat aniaya, meninggalkan sholat, kalaupun sholat waktunya sering telat.  Tetapi ketika disuruh membaca AlQur’an, ia dengan lancar dan bagus bacaannya. Ternyata pula bahwa orang dzolim bukan orang yang bodoh (jahil) tetapi justru orang pandai, paham akan ayat-ayat AlQur’an. Para koruptor itu bukan orang bodoh (jahil) tetapi mereka kebanyakan justru orang-orang yang punya titel (gelar) Sarjana, Doktor, Professor,  Kiai, Ustadz, dst.  Justru dengan ilmu mereka, mereka digelincirkan oleh Iblis sampai ia menjadi orang yang dzolim, akhirnya masuk penjara.



Dan orang dzolim bukanlah orang miskin, tetapi justru orang-orang kaya. Mobil di rumahnya berderet, rumahnya di mana-mana, tetapi ia tidak sadar bahwa dengan kekayaannya itu ia digelincirkan oleh Iblis, sampai akhirnya ia menjadi orang yang dzolim. 

Dalam Surat Fathir ayat 32 Allah subhanahu wata’ala berfirman :
وۡرَةُ فَاطِر

ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَـٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٌ۬ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡہُم مُّقۡتَصِدٌ۬ وَمِنۡہُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٲتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٲلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡڪَبِيرُ (٣٢)


Kemudian kitab itu Kami (Allah) wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

Orang-orang yang tahu tentang AlQur’an itu adalah pilihan Allah subhanahu wata’ala tetapi di antara mereka ada yang suka berbuat dzolim, menganiaya diri-sendiri.  Bahwa meng-akhirkan sholat (sholatnya telat, tidak di awal waktu) adalah dosa, tetapi ia lakukan dengan sengaja. Itulah dzolim.  Mereka tahu bahwa korupsi itu haram, tetapi sengaja ia lakukan. Itulah dzolim.  Mereka tahu bahwa menutup aurat adalah wajib, tetapi menutup aurat hanya ketika dalam majlis ta’lim (Pengajian), selebihnya ia buka-bukaan dan dilakukan di mana-mana. Itulah dzolim.

2.Masjid dibangun tetapi tidak digunakan untuk sholat.
Maksudnya,  masjid-masjid dibangun di lingkungan suatu kaum, atau pemukiman, dengan bagus dan besar-besar dengan segala kemewahannya, tetapi sayangnya tidak digunakan untuk sholat fardhu berjamaah atau kegiatan peribadatan lainnya.  Ramai hanya waktu-waktu tertentu misalnya hari Jum’at.  Selain hari itu masjid itu sepi, hanya satu-dua orang yang sholat. Itupun hanya Imam dan Marbot masjid.

Maka dalam satu Hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menyatakan : Tidaklah dianggap sholat orang laki-laki apabila ia tinggal berdekatan dengan masjid tetapi ia sholat sendiri di rumahnya. -  Maksudnya, wajib berjamaah sholat Fardhu bagi orang laki-laki yang tinggalnya di sekitar masjid atau berdekatan dengan masjid atau terdengar suara Adzan dari rumahnya.
Bila orang laki-laki tidak sholat berjamaah di masjid, tetapi sholat sendiri di rumahnya, maka sholatnya itu tidak sah.  Dan kelak orang demikian itu di Akhirat dihisab dengan sangat berat.

Sementara bila orang mati,  yang dibawa tidak ada kecuali amalnya.
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam AlQur’an Surat Al Kahfi ayat 110 :   


سُوۡرَةُ الکهف

قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۟ بَشَرٌ۬ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمۡ إِلَـٰهٌ۬ وَٲحِدٌ۬‌ۖ فَمَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلۡيَعۡمَلۡ عَمَلاً۬ صَـٰلِحً۬ا وَلَا يُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦۤ أَحَدَۢا (١١٠)

                                                                      
Katakanlah(Muhammad): Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

Maksudnya, bahwa siapa yang ingin berjumpa dengan Allah subhanahu wata’ala kelak di Hari Kiamat, maka perbanyaklah amal-sholeh dan jangan berlaku syirik. Amal sholeh misalnya sholat selalu berjamaah di masjid bagi laki-laki.

Dalam Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang ambil wudhu di rumahnya dan kemudian ia berangkat menuju ke masjid, maka setiap langkahnya akan menghapus dosa-dosanya”.

Lihat Surat Al Isra’ ayat 7 :

سُوۡرَةُ بنیٓ اسرآئیل / الإسرَاء

إِنۡ أَحۡسَنتُمۡ أَحۡسَنتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡ‌ۖ وَإِنۡ أَسَأۡتُمۡ فَلَهَا‌ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ ٱلۡأَخِرَةِ لِيَسُـۥۤـُٔواْ وُجُوهَڪُمۡ وَلِيَدۡخُلُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ ڪَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ۬ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوۡاْ تَتۡبِيرًا (٧)


\
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

Maksudnya, bila kelak di Akhirat ada orang masuk surga, maka itulah usahanya ketika di dunia. Kalau kita berbuat baik ketika di dunia, maka ketika kelak di surga kitalah yang menikmati.  Sebaliknya bila orang berbuat kejahatan, tidak beramal sholeh ketika di dunia, maka ia akan disiksa di neraka.  Bukan Allah tidak sayang kepada kita tetapi itulah pilihan kita ketika hidup di dunia.

3.Ada Mushaf AlQur’an dalam rumah tetapi ia tidak pernah dibaca.
Maksudnya Kitab AlQur’an banyak di simpan dalam rumah-rumah orang tetapi tidak pernah dibaca oleh penghuni rumah itu. Kitab AlQur’an hanya sebagai pajangan (hiasan) ruangan. Hanya sebagai dekorasi ruangan.

Lihat AlQur’an Surat Al Furqon ayat 30 :
سُوۡرَةُ الفُرقان

وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَـٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِى ٱتَّخَذُواْ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورً۬ا (٣٠)


Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".

Surat Al Isra’ ayat 9 :
سُوۡرَةُ بنیٓ اسرآئیل / الإسرَاء

إِنَّ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَہۡدِى لِلَّتِى هِىَ أَقۡوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرً۬ا كَبِيرً۬ا (٩)


9. Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

Maka bagi laki-laki yang ketika menikah dengan maharnya Kitab Suci AlQur’an, ia wajib mengajarkan AlQur’an kepada isterinya.  Kalau tidak, maka ia akan menanggung dosa dan akan disiksa kelak di neraka. 

Sekian bahasan, akan dilanjutkan pada pertemuan yang akan datang. Mudah-mudahan bermanfaat.
SUBHANAKALLAHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAILAHA ILLA ANTA, ASTAGHFIRUKA WA ATUBU ILAIK.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
                                                          __________

No comments:

Post a Comment