PENGAJIAN DHUHA MASJID
BAITUSSALAM
Pelangi Di Al Aqsho
Ustadz Arifin Nugroho, Lc.
Jum’at, 25 Shofar 1438 H – 28
November 2016.
Assalamu’alaikum
wr.wb.,
Muslimin
dan muslimah yang dirahmati Allah subhanahu
wata’ala,
Pada kesempatan kali ini anda kami ajak
“jalan-jalan pagi” ke Kota Suci Baitul Maqdis di Palestina, di mana di dalamnya
ada Masjid tersuci ketiga milik umat Islam yaitu Masjidil Aqsho. Kami
menyampaikan bab ini dengan beberapa alasan :
1. Karena
sudah sedemikian banyak kaum Muslimin yang tidak peduli dengan Masjidil Aqsho. Kalau Mekkah dan Madinah, alhamdulillah masih banyak yang
peduli.
2.
Karena
ketidak-peduliannya, maka banyak kaum
muslimin yang tidak tahu apa itu Masjidil Aqsho. Padahal Masjidil Aqsho merupakana salah satu
tujuan Zionis Yahudi menjauhkan umat Islam dari Masjid Suci ketiga-nya. Karena
memang Yahudi Israel ingin merebut (menguasai) Masjidil Aqsho. Menurut mereka
Masjidil Aqsho merupakan bangunan suci yang dimiliki mereka.
3.
Mereka
Yahudi Israel ingin menjauhkan umat Islam dengan Masjidil Aqsho sampai suatu
saat ketika umat Islam terlena dan tidak tahu, maka saat itu akan mudah bagi
Yahudi Israel untuk mengambil
(menguasai) Masjidil Aqsho.
4. Demikian
banyak keutamaan-keutamaan yang disampaikan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berkaitan
dengan Masjidil Aqsho.
Kami putarkan film (rekaman) tentang perjalanan
kami di Masjdil Aqsho pada bulan Oktober 2016 :
Saudaraku
yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, perjalanan kami kali ini adalah kembali
mengunjungi Masjidil Aqsho. Dari Jakarta ke Masjidil Aqsho menempuh jarak
kurang lebih 8600 Km, ditempuh dengan pesawat selama 12 jam sampai di
Jordania. Dari Jordania perjalaanan
dilanjutkan dengan Bus menuju perbatasan Israel. Letak Masjidil Aqsho hanya sekitar 70 Km di
barat-laut kota Amman, Ibu-kota Jordania. Maka sampailah kami di tanah para
Nabi, tanah yang diberkahi Allah subhanahu wata’ala, Masjidil Aqsho merupakan
kompleks-suci yang penuh keberkahan bagi umat Muslim. Jika dilihat dari Bukit
Zaitun (Mount Olive) maka akan terlihat keindahan panorama dari Masjidl Aqsho.
Poros
Surga.
Tanah Masjidil Aqsho kurang-lebih 14
Hektar, di tengah-tengahnya ada Qubatussahro (Dome of the Rock),
lalu Masjid Jami’ Al Aqsho dan seluruh kawasan Masjidil Aqsho serta di
belakangnya : Kota Jerussalem terlihat demikian indahnya.
Saudaraku, tanah indah tersebut menanti segala
bentuk kebaikan dari kita umat Islam. Kita umat Islam punya Tiga Tanah Suci : Masjidil Haram, Masjid Nabawi (Madinah) dan Masjdil
Aqsho.
Kita tahu bahwa Masjidil Haram alhamdulillah
dengan izin Allah dijaga oleh Allah subhanahu wata’ala. Berbagai bentuk upaya manusia untuk
merusak Masjidil Haram dilakukan, tetapi selalu dihalangi oleh Allah subhanahu wata’ala. Contoh : Ada Raja
Abrahah dengan pasukan Gajah-nya datang ke Mekkah untuk menghancurkan Masjidil
Haram (Ka’bah), seketika itu juga Allah subhanahu
wata’ala mengirim pasukan Burung Ababil untuk menghancurkan pasukan gajah
tersebut. Gagallah Raja Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah ketika itu.
Demikian pula Masjid Nabawi, pada suatu ketika ada orang-orang kafir yang ingin
mengambil jasad Nabi Muhammad shollallahu
‘alaihiwasallam dengan diam-diam menggali bawah tanah Masjid Nabawi, tetapi
mereka gagal, karena mimpinya para Khalifah untuk menyelamatkan Masjid Nabawi.
Bagaimana dengan Masjidil Aqsho ?. Oleh Allah subhanahu
wata’ala diserahkan penjagaannya kepada
kaum Muslimin, termasuk kita kaum Muslimin di Indonesia.
Bila kita melihat bangunan Masjidil
Aqsho di Palestina, seharusnya kita prihatin Karena Masjidil Aqsho fisiknya
terlihat semakin rusak parah.
Ketika kita sadar dan bertanggungjawab
untuk melindungi Masjidil Aqsho, maka mulai detik ini kita tergerak untuk
berusaha terus memberikan yang terbaik untuk Masjidil Aqsho, sehingga Allah subhanahu wata’ala akan memberikan
Surga-Nya kepada kita, dan inilah Poros
Surga.
Sahabat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala,
Masjidil Aqsho terletak di kota-tua
berdinding batu, yang dikenal dengan Baitul
Maqdis. Kota-tua Jerussalem ini
kira-kira seluas 1 Km persegi, sejak tahun 1981 Baitul Maqdis ditetapkan
sebagai Situs Warisan Dunia oleh Badan Pendidikan, Penelitian dan Kebudayaan
Dunia (UNESCO). Tembok di sekeliling
Baitul Maqdis membentang sepanjang 4,5 Km dengan ketinggian antara 5 – 15
Meter.
Di sekeliling bangunan terdapat 7 pintu
masuk dan 35 Menara.
Pembangunan tembok tersebut terjadi di
masa pemerintahan Khalifah Sulaiman Agung dari Turki Utsmani, di tahun 1535 –
1542 Masehi. Penjajahan Yahudi terhadap Umat Muslim Palestina tampak nyata dari
banyaknya tentara Israel lengkap dengan senjata laras-panjangnya dan bersiaga
di setiap pintu Masjid Baitul Maqdis.
Suasana jauh berbeda ketika kita
memasuki Masjidil Aqsho. Inilah sebuah
kompleks suci dibawah kendali negeri Palestina. Jangan anda membayangkan bahwa
Masjidil Aqsho ini semegah Masjidl Haram atau Masjid Nabawi. Suasananya berbalik
180 derajat. Jalan di sekitar Masjidil Aqsho misalnya, hanya terdiri susunan
batu-batuan. Bangunan-bangunan pendukung di sekitar kompleks terlihat kurang terawat.
Masjid
Qibli, yang
paling sering digunakan untuk sholat berjamaah kondisinya memprihatinkan. Di
pintu utamanya masih terbuat dari kayu, yang sudah usang dan termakan usia.
Bagian plafon masjid ini juga tidak seragam, dibagian tengah masjid penuh
dengan tiang-tiang penyangga atap, yang membuat masjid ini praktis hanya
digunakan sebagian.
Sahabat yang dicintai Allaaha subhanahu
wata’ala, upaya penghancuran Masjdil Aqsho olejh kaum Zionis Israel sudah dilakukan sejak lama, dan begitu
massif, masih segar dalam ingatan kita bagaimana kejahatan kaum Zionis membakar
Al Aqsho, tanggal 21 Agustus 1969. Peristiwa biadab ini menyebabkan mimbar kuno
Shalahuddin Al Ayyubi terbakar
habis. Dinasti Bani Hasyim penguasa Kerajaan Jordania mengganti dengan mimbar
baru. Kasus ini mendorong berdirinya
Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang sampai saat ini beranggotakan 57 Negara.
Setelah peristiwa tersebut, kerap-kali
Zionis Israel membuat kegaduhan dengan
menyerbu kompleks Masjidil Aqsho. Mereka
menutup masjid, merusak fasilitas, melecehkan AlQur’an, serta menginjak-injak
karpet dan mihrab Masjidil Aqsho.
Upaya untuk memperbaiki dan me-renovasi
Masjidil Aqsho terus dihalang-halangi oleh pemerintah Zionis Israel.
Direktur Kompleks Masjidil Aqsho Syaikh Umar Al Kiswani sebagaimana
dikutip Sahabat AlAqsho.com. bulan Oktober 2016 lalu menyatakan : Penjajah Zionis melarang
pelaksanaan lebih dari 40 proyek penting untuk memperbaiki sejumlah fasilitas
dan tembok-tembok Masjidil Aqsho.
Salah-satunya adalah proyek penerangan yang membutuhkan pemasangan
tiang-tiang lampu dari Lion Gab hingga ke dalam Masjid. Sistem Alarm kebakaran
dan proyek-proyek lainnya perlu segera diselesaikan. Proyek-proyek perbaikan
sangat penting karena Masjidil Aqsho
dikunjungi ribuan pengunjung dan jamaah setiap hari. Terutama pada hari Jum’at.
Itu sebabnya kepedulian umat Islam atas perbaikan dan kebaikan atas Masjidil
Aqsho menjadi sangat penting untuk menjaga keberkahan setiap jengkal tanah di
kawasan Masjidil Aqsho.
Kami tidak henti-hentinya menghimbau
sahabat-sahabat Muslim di Indonesia, untuk menyisihkan sebagian rezkinya sebagai
bentuk kepedulian kepada Masjidil Aqsho. Karena itu memang perintah dari Nabi
Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, ketika beliau ditanya oleh
Maimunah tentang Masjidil Aqsho, beliau menyebutkan keutamaan-keutamaan Masjidl
Aqsho, maka perintahnya adalah : “Kita diminta untuk datang di Masjdil Aqsho
dan sholat di dalamnya”.
Kalau tidak bisa karena alasan biaya,
minimal beberapa rupiah kita luangkan untuk dimasukkan ke dalam kotak amal,
sebagai bukti kepedulian kita kepada Masjidil Aqsho.
Alhamdulillah kami
mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Umat Islam di Indonesia yang
sudah menyisihkan beberapa rupiah disumbangkan dan dimasukkan ke dalam kotak
amal yang disediakan, untuk keperluan perbaikan Masjidil Aqsho. Semoga Allah terima sebagai amal-ibadah kita.
Amin.
Banyak alasan kenapa Umat Muslim harus
menjaga Masjidil Aqsho :
1. Masjidil Aqsho
adalah salah satu nama di antara dua nama Masjid yang disebutkan dalam AlQur’an
Surat Al Israa’ ayat 1 :
سُوۡرَةُ بنیٓ اسرآئیل
/ الإسرَاء
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلاً۬
مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكۡنَا
حَوۡلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنۡ ءَايَـٰتِنَآۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ
ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١)
Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya
pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al
Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan
kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah
Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
2. Atas dasar ayat
tersebut, maka Masjidil Aqsho mempunyai kedudukan mulia di sisi Allah subhanahu wata’ala. Msjidil Aqsho adalah Kiblat Pertama kaum
Muslimin. Dahulunya kaum muslimin sholat
menghadap Kiblat kea rah Masjidil Aqsho, lalu kemudian Allah ubah kea rah
Kiblat Masjidl Haram.
3. Ketika Nabi Muhammad
shollallahu ‘alaihi wasallam berada
di Makkah di tengah-tengah kaum musyrikin Mekkah, beliau ber-Kiblat ke Baitul Maqdis (Masjidil
Aqsho) tetapi setelah kurang-lebih 17 bulan berada di Madinah (Hijrah ke
Madinah), di tengah-tengah orang-orang
Yahudi dan Nasrani beliau diperintahkan oleh Allah subhanahau wata’ala untuk sholat
menghadap ke arah Ka’bah di Masjidl Haram.
Hal ini dimaksudkan untuk memberi
pengertian bahwa dalam sholat bukan
Baitul Maqdis atau Ka’bah yang menjadi tujuan, melainkan tujuan sholat
adalah menghadapkan diri kepada Allah subhanahu
wata’ala, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Di antara hikmah adanya Kiblat adalah
untuk persatuan Umat Islam. Sebagaimana disebutkan dalam Surah Al Baqarah ayat
142 – 145.
Di Madinah ketika itu kaum muslimin sedang
sholat berjamaah dipimpin oleh Rasulullah shollallahu
‘alaihi wasallam pada dua rokaat pertama jamaah sholat ketika itu menghadap
ke Masjidil Aqsho tetapi ketika dua
rokaat yang kedua jamaah menghadap ke Masjidil
Haram.
Jika kedua Masjid tersebut telah
ditetapkan sebagai Kiblat Sholat kaum Muslimin, berarti tempat tersebut
mempunyai kedudukan besar dalam Islam.
Kaum Muslimin sepanjang sejarahnya tidak pernah mempunyai Kiblat kecuali
Masjidil Aqsho dan Masjidil Haram.
Masjidil
Aqsho
merupakan tempat bersejarah, yaitu ketika Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan Isra Mi’raj maka Masjidil Aqsho menjadi tempat start (mulai) naiknya beliau ke langit Sidratul Muntaha. Maka siapapun yang memuliakan Masjidil Haram
dan Masjid Nabawi pasti akan memuliakan Masjidil Aqsho. Demikian pula, siapapun
yang mencintai Masjidil Aqsho pasti mencintai pula Masjidil Haram dan Masjid
Nabawi.
Sahabat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala,
Fakta tersebut di atas memberikan motivasi
kepada kita kaum Muslimin. Juga dahulu para
sahabat sampai dengan orang-orang sholih setelahnya, membuktikan kecintaan
mereka kepada Masjidil Aqsho bukan hanya dengan kata-kata saja, melainkan
dengan bukti yang nyata. Apa yang kita
punya, harta atau ilmu tentang Masjidil
Aqsho, maka sampaikan kepada semua kaum Muslimin agar mereka mencintai Masjidil
Aqsho. Demikian pula bila punya harta, sisihkan sebagian untuk Masjdil Aqsho. Itulah
Poros Surga.
Ziarah ke Masjidil Aqsho bukan sekedar
perjalanan biasa, melainkan banyak makna yang dipetik, salah satunya adalah memberikan
dukungan kepada saudara-saudara kita di Palestina yang saat ini sedang ditindas
oleh Zionis Israel.
Dalam sebuah Hadits shahih Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Jangan kalian perberat-diri untuk
melakukan sebuah perjalanan kecuali kepada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram
dan Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsho”.
Demikianlah, sedikit rekaman film tentang
Masjidil Aqsho mudah-mudahan menjadi dorongan bagi anda untuk berkunjung ke
sana. Insya Allah.
SUBHANAKALLAHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN
LAILAHA ILLA ANTA, ASTAGHFIRUKA WA ATUBU ILAIK.
Wassalamu’alikum
warohmatulalahi wabarokatuh.
____________
Notulen:
Suhartono
NOTULEN
PENGAJIAN DHUHA TGL 25/NOV/2016 M/25 Safar 1438H
NARA SUMBER: USTADZ
ARIFIN NUGROHO, Lc
Pendidikan:
MA Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Solo Jateng
D3 Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Surakarta
S1 Syariah University Muhammad Ibnu Saud Saudi Arabia di
Jakarta
Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Aktifitas:
-Direktur Pengembangan Program Dangau Aulia Training Centre
-Pimpinan Lembaga Pelatihan Hijrah.
-Pengisi Acara Keagamaan Radio Dakta 107FM
-Pengisi Acara Khalifah di Tans7
-Konsultan Acara Khazanah Trans7
-Penemu Pelatihan Cara cepat Baca /Memahami Al Quran Metode
Aljauhar
-Trainer Pelatihan sholat khusu’
-Trainer Pelatihan Menata Hati
-Mengisi Kajian Islam di Beberapa Lembaga Pendidikan dan
Majlis Ta’lim Perkantoran.
No comments:
Post a Comment