Translate

Thursday, December 15, 2016

Pelangi Di Al Aqsho, oleh : Ustadz Arifin Nugroho, Lc.



PENGAJIAN DHUHA MASJID BAITUSSALAM

Pelangi Di Al Aqsho
Ustadz Arifin Nugroho, Lc.

Jum’at,  25 Shofar 1438 H – 28 November 2016.
 
Assalamu’alaikum wr.wb.,

Muslimin dan muslimah yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala,

Pada kesempatan kali ini anda kami ajak “jalan-jalan pagi” ke Kota Suci Baitul Maqdis di Palestina, di mana di dalamnya ada Masjid tersuci ketiga milik umat Islam yaitu Masjidil Aqsho.    Kami menyampaikan bab ini dengan beberapa alasan :

1. Karena sudah sedemikian banyak kaum Muslimin yang tidak peduli dengan Masjidil Aqsho.  Kalau Mekkah dan Madinah, alhamdulillah masih banyak yang  peduli.   
2.     Karena ketidak-peduliannya, maka  banyak kaum muslimin yang tidak tahu apa itu Masjidil Aqsho.  Padahal Masjidil Aqsho merupakana salah satu tujuan Zionis Yahudi menjauhkan umat Islam dari Masjid Suci ketiga-nya. Karena memang Yahudi Israel ingin merebut (menguasai) Masjidil Aqsho. Menurut mereka Masjidil Aqsho merupakan bangunan suci yang dimiliki mereka.
3.    Mereka Yahudi Israel ingin menjauhkan umat Islam dengan Masjidil Aqsho sampai suatu saat ketika umat Islam terlena dan tidak tahu, maka saat itu akan mudah bagi Yahudi Israel  untuk mengambil (menguasai) Masjidil Aqsho. 
4. Demikian banyak keutamaan-keutamaan yang disampaikan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berkaitan dengan Masjidil Aqsho.

Kami putarkan film (rekaman) tentang perjalanan kami di Masjdil Aqsho pada bulan Oktober 2016 :

Saudaraku yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, perjalanan kami kali ini adalah kembali mengunjungi Masjidil Aqsho. Dari Jakarta ke Masjidil Aqsho menempuh jarak kurang lebih 8600 Km, ditempuh dengan pesawat selama 12 jam sampai di Jordania.  Dari Jordania perjalaanan dilanjutkan dengan Bus menuju perbatasan Israel.  Letak Masjidil Aqsho hanya sekitar 70 Km di barat-laut kota Amman, Ibu-kota Jordania. Maka sampailah kami di tanah para Nabi, tanah yang diberkahi Allah subhanahu wata’ala, Masjidil Aqsho merupakan kompleks-suci yang penuh keberkahan bagi umat Muslim. Jika dilihat dari Bukit Zaitun (Mount Olive) maka akan terlihat keindahan panorama dari Masjidl Aqsho.

Poros Surga.
Tanah Masjidil Aqsho kurang-lebih 14 Hektar, di tengah-tengahnya ada Qubatussahro (Dome of the Rock), lalu Masjid Jami’ Al Aqsho dan seluruh kawasan Masjidil Aqsho serta di belakangnya  : Kota Jerussalem terlihat demikian indahnya.

Saudaraku, tanah indah tersebut menanti segala bentuk kebaikan dari kita umat Islam. Kita umat Islam punya Tiga Tanah Suci : Masjidil Haram, Masjid Nabawi (Madinah) dan Masjdil Aqsho.

Kita tahu bahwa Masjidil Haram alhamdulillah dengan izin Allah dijaga oleh Allah subhanahu wata’ala.  Berbagai bentuk upaya manusia untuk merusak Masjidil Haram dilakukan, tetapi selalu dihalangi oleh Allah subhanahu wata’ala. Contoh : Ada Raja Abrahah dengan pasukan Gajah-nya datang ke Mekkah untuk menghancurkan Masjidil Haram (Ka’bah), seketika itu juga Allah subhanahu wata’ala mengirim pasukan Burung Ababil untuk menghancurkan pasukan gajah tersebut. Gagallah Raja Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah ketika itu.

Demikian pula Masjid Nabawi, pada suatu ketika ada orang-orang kafir yang ingin mengambil jasad Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihiwasallam dengan diam-diam menggali bawah tanah Masjid Nabawi, tetapi mereka gagal, karena mimpinya para Khalifah untuk menyelamatkan Masjid Nabawi.

Bagaimana dengan Masjidil Aqsho ?. Oleh Allah subhanahu wata’ala diserahkan penjagaannya kepada  kaum Muslimin, termasuk kita kaum Muslimin di Indonesia.
Bila kita melihat bangunan Masjidil Aqsho di Palestina, seharusnya kita prihatin Karena Masjidil Aqsho  fisiknya  terlihat semakin rusak parah.

Ketika kita sadar dan bertanggungjawab untuk melindungi Masjidil Aqsho, maka mulai detik ini kita tergerak untuk berusaha terus memberikan yang terbaik untuk Masjidil Aqsho, sehingga Allah subhanahu wata’ala akan memberikan Surga-Nya kepada kita, dan inilah Poros Surga.

Sahabat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala,

Masjidil Aqsho terletak di kota-tua berdinding batu, yang dikenal dengan Baitul Maqdis.  Kota-tua Jerussalem ini kira-kira seluas 1 Km persegi, sejak tahun 1981 Baitul Maqdis ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh Badan Pendidikan, Penelitian dan Kebudayaan Dunia (UNESCO).  Tembok di sekeliling Baitul Maqdis membentang sepanjang 4,5 Km dengan ketinggian antara 5 – 15 Meter.
Di sekeliling bangunan terdapat 7 pintu masuk dan 35 Menara. 

Pembangunan tembok tersebut terjadi di masa pemerintahan Khalifah Sulaiman Agung dari Turki Utsmani, di tahun 1535 – 1542 Masehi. Penjajahan Yahudi terhadap Umat Muslim Palestina tampak nyata dari banyaknya tentara Israel lengkap dengan senjata laras-panjangnya dan bersiaga di setiap pintu Masjid Baitul Maqdis. 

Suasana jauh berbeda ketika kita memasuki Masjidil Aqsho.  Inilah sebuah kompleks suci dibawah kendali negeri Palestina. Jangan anda membayangkan bahwa Masjidil Aqsho ini semegah Masjidl Haram atau Masjid Nabawi. Suasananya berbalik 180 derajat. Jalan di sekitar Masjidil Aqsho misalnya, hanya terdiri susunan batu-batuan. Bangunan-bangunan pendukung di sekitar kompleks  terlihat kurang terawat.

Masjid Qibli, yang paling sering digunakan untuk sholat berjamaah kondisinya memprihatinkan. Di pintu utamanya masih terbuat dari kayu, yang sudah usang dan termakan usia. Bagian plafon masjid ini juga tidak seragam, dibagian tengah masjid penuh dengan tiang-tiang penyangga atap, yang membuat masjid ini praktis hanya digunakan sebagian.

Sahabat yang dicintai Allaaha subhanahu wata’ala, upaya penghancuran Masjdil Aqsho olejh kaum Zionis Israel  sudah dilakukan sejak lama, dan begitu massif, masih segar dalam ingatan kita bagaimana kejahatan kaum Zionis membakar Al Aqsho, tanggal 21 Agustus 1969. Peristiwa biadab ini menyebabkan mimbar kuno Shalahuddin Al Ayyubi terbakar habis.  Dinasti Bani Hasyim penguasa  Kerajaan Jordania mengganti dengan mimbar baru.  Kasus ini mendorong berdirinya Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang sampai saat ini beranggotakan 57 Negara.
Setelah peristiwa tersebut, kerap-kali Zionis Israel  membuat kegaduhan dengan menyerbu kompleks Masjidil Aqsho.  Mereka menutup masjid, merusak fasilitas, melecehkan AlQur’an, serta menginjak-injak karpet dan mihrab Masjidil Aqsho.
Upaya untuk memperbaiki dan me-renovasi Masjidil Aqsho terus dihalang-halangi oleh pemerintah Zionis Israel.

Direktur Kompleks Masjidil Aqsho Syaikh Umar Al Kiswani sebagaimana dikutip Sahabat AlAqsho.com. bulan Oktober 2016 lalu  menyatakan : Penjajah Zionis melarang pelaksanaan lebih dari 40 proyek penting untuk memperbaiki sejumlah fasilitas dan tembok-tembok Masjidil Aqsho.  Salah-satunya adalah proyek penerangan yang membutuhkan pemasangan tiang-tiang lampu dari Lion Gab hingga ke dalam Masjid. Sistem Alarm kebakaran dan proyek-proyek lainnya perlu segera diselesaikan. Proyek-proyek perbaikan sangat  penting karena Masjidil Aqsho dikunjungi ribuan pengunjung dan jamaah setiap hari.  Terutama pada hari Jum’at.

Itu sebabnya kepedulian umat Islam atas perbaikan dan kebaikan atas Masjidil Aqsho menjadi sangat penting untuk menjaga keberkahan setiap jengkal tanah di kawasan Masjidil Aqsho.

Kami tidak henti-hentinya menghimbau sahabat-sahabat Muslim di Indonesia, untuk menyisihkan sebagian rezkinya sebagai bentuk kepedulian kepada Masjidil Aqsho. Karena itu memang perintah dari Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, ketika beliau ditanya oleh Maimunah tentang Masjidil Aqsho, beliau menyebutkan keutamaan-keutamaan Masjidl Aqsho, maka perintahnya adalah : “Kita diminta untuk datang di Masjdil Aqsho dan sholat di dalamnya”. 
Kalau tidak bisa karena alasan biaya, minimal beberapa rupiah kita luangkan untuk dimasukkan ke dalam kotak amal, sebagai bukti kepedulian kita kepada Masjidil Aqsho.

Alhamdulillah kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Umat Islam di Indonesia yang sudah menyisihkan beberapa rupiah disumbangkan dan dimasukkan ke dalam kotak amal yang disediakan, untuk keperluan perbaikan Masjidil Aqsho.  Semoga Allah terima sebagai amal-ibadah kita. Amin.

Banyak alasan kenapa Umat Muslim harus menjaga Masjidil Aqsho :
1.  Masjidil Aqsho adalah salah satu nama di antara dua nama Masjid yang disebutkan dalam AlQur’an Surat Al Israa’ ayat 1 :


   سُوۡرَةُ بنیٓ اسرآئیل / الإسرَاء
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلاً۬ مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنۡ ءَايَـٰتِنَآ‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١)

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

2.  Atas dasar ayat tersebut, maka Masjidil Aqsho mempunyai kedudukan mulia di sisi Allah subhanahu wata’ala.  Msjidil Aqsho adalah Kiblat Pertama kaum Muslimin.  Dahulunya kaum muslimin sholat menghadap Kiblat kea rah Masjidil Aqsho, lalu kemudian Allah ubah kea rah Kiblat Masjidl Haram.

3.  Ketika Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam berada di Makkah di tengah-tengah kaum musyrikin Mekkah,  beliau ber-Kiblat ke Baitul Maqdis (Masjidil Aqsho) tetapi setelah kurang-lebih 17 bulan berada di Madinah (Hijrah ke Madinah),  di tengah-tengah orang-orang Yahudi dan Nasrani beliau diperintahkan oleh Allah subhanahau wata’ala untuk sholat menghadap ke arah Ka’bah di Masjidl Haram.

Hal ini dimaksudkan untuk memberi pengertian bahwa dalam sholat bukan  Baitul Maqdis atau Ka’bah yang menjadi tujuan, melainkan tujuan sholat adalah menghadapkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 

Di antara hikmah adanya Kiblat adalah untuk persatuan Umat Islam. Sebagaimana disebutkan dalam Surah Al Baqarah ayat 142 – 145.

Di Madinah ketika itu kaum muslimin sedang sholat berjamaah dipimpin oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pada dua rokaat pertama jamaah sholat ketika itu menghadap ke Masjidil Aqsho tetapi ketika dua rokaat yang kedua jamaah menghadap ke Masjidil Haram. 

Jika kedua Masjid tersebut telah ditetapkan sebagai Kiblat Sholat kaum Muslimin, berarti tempat tersebut mempunyai kedudukan besar dalam Islam.  Kaum Muslimin sepanjang sejarahnya tidak pernah mempunyai Kiblat kecuali Masjidil Aqsho dan Masjidil Haram.

Masjidil Aqsho merupakan tempat bersejarah, yaitu ketika Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan Isra Mi’raj maka Masjidil Aqsho menjadi tempat start (mulai) naiknya beliau ke langit Sidratul Muntaha.  Maka siapapun yang memuliakan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pasti akan memuliakan Masjidil Aqsho. Demikian pula, siapapun yang mencintai Masjidil Aqsho pasti mencintai pula Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Sahabat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala,

Fakta tersebut di atas memberikan motivasi kepada kita kaum Muslimin.  Juga dahulu para sahabat sampai dengan orang-orang sholih setelahnya, membuktikan kecintaan mereka kepada Masjidil Aqsho bukan hanya dengan kata-kata saja, melainkan dengan bukti yang nyata.  Apa yang kita punya, harta  atau ilmu tentang Masjidil Aqsho, maka sampaikan kepada semua kaum Muslimin agar mereka mencintai Masjidil Aqsho. Demikian pula bila punya harta, sisihkan sebagian untuk Masjdil Aqsho. Itulah Poros Surga.

Ziarah ke Masjidil Aqsho bukan sekedar perjalanan biasa, melainkan banyak makna yang dipetik, salah satunya adalah memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita di Palestina yang saat ini sedang ditindas oleh Zionis Israel.

Dalam sebuah Hadits shahih Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Jangan kalian perberat-diri untuk melakukan sebuah perjalanan kecuali kepada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsho”. 

Demikianlah, sedikit rekaman film tentang Masjidil Aqsho mudah-mudahan menjadi dorongan bagi anda untuk berkunjung ke sana. Insya Allah.
SUBHANAKALLAHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAILAHA ILLA ANTA, ASTAGHFIRUKA WA ATUBU ILAIK.

Wassalamu’alikum warohmatulalahi wabarokatuh.
                                                         ____________

Notulen: Suhartono


 NOTULEN PENGAJIAN DHUHA TGL 25/NOV/2016 M/25 Safar 1438H

NARA SUMBER: USTADZ ARIFIN NUGROHO, Lc

Pendidikan:
MA Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Solo Jateng
D3 Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Surakarta
S1 Syariah University Muhammad Ibnu Saud Saudi Arabia di Jakarta
Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Aktifitas:
-Direktur Pengembangan Program Dangau Aulia Training Centre
-Pimpinan Lembaga Pelatihan Hijrah.
-Pengisi Acara Keagamaan Radio Dakta 107FM
-Pengisi Acara Khalifah di Tans7
-Konsultan Acara Khazanah Trans7
-Penemu Pelatihan Cara cepat Baca /Memahami Al Quran Metode Aljauhar
-Trainer Pelatihan sholat khusu’
-Trainer Pelatihan Menata Hati
-Mengisi Kajian Islam di Beberapa Lembaga Pendidikan dan
  Majlis Ta’lim Perkantoran.
 


No comments:

Post a Comment