Translate

Friday, July 27, 2018

Perjalanan Menuju Akhirat, Oleh : Ahmad Isfak, Lc. MA.


PENGAJIAN DHUHA MASJID BAITUSSALAM




   
 Jum’at,  29 Syawal 1439 H – 13 Juli 2018.


 Assalamu’alaikum wr.wb.,

Muslimin dan muslimah yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala,
Menengok sedikit kehidupan kita manusia, khususnya kaum muslimin dan muslimah, yang tentunya akan sampai pada ujung kehidupan didunia (yaitu mati) menuju Akhirat yang di sana mau atau tidak mau, kita akan menghadapi dua kemungkinan : Masuk Surga atau masuk Neraka.   Bila kita selamat dan mendapatkan Rahmat dari Allah subhanahu wata’ala, maka kita akan masuk dan menempati ke dalam tempat yang sangat nikmat dan sangat mulia, yang tidak bisa dibayangkan oleh mata, telinga dan hati manusia, yaitu Surga Allah subhanahu wata’ala. Atau kemungkinan di antara kita akan masuk ke tempat yang sangat hina, sangat menyengsarakan dan sangat tidak enak di dalamnya, yaitu Neraka.

Maka dari itu marilah kita coba menengok sedikit tentang Akhirat.  Bila kita pagi-pagi dari rumah (misalnya)  di Depok berangkat  menuju Jakarta, ke tempat bekerja setelah Sholat Subuh, Masya-Allah,  manusia ramai berlalu-lalang, beradu cepat naik kendaraan, berebut jalan, berebut Halte, berebut antrian dan sejenisnya, demi memenuhi kebutuhan dunianya.  Namun sangat disayangkan, bahwa di antara manusia itu tidak ada yang terbersit ingatan untuk menengok Akhirat-nya, kecuali mungkin hanya sedikit sekali.

Untuk itu marilah kita lebih menengok barang sedikit tentang Akhirat, meskipun semua kita untuk bicara Akhirat sudah tidak ragu lagi.  Namun tidak sekedar yakin, tetapi kita harus tahu tentang perjalanan menuju Akhirat dengan selamat.
Bukan hanya sekedar tahu, karena bila hanya sekedar tahu,  seperti kita main panahan dengan satu target (sasaran).  Kita bermain panah, dengan satu target,. Tetapi tidak tahu caranya, maka kita tidak akan sampai kepada target. Seberapa jauh target, sasaran kita, itupun belum tentu sampai kepada yang kita tuju.

Apa yang harus kita lakukan bila kita sudah tahu tujuan kita?. Yaitu agar kita selamat sampai ke Surga. Kita ambil dari Kitab Rihlah Ila Daaril Akhirah yang ditulis oleh  Syaikh Mahmud Mashry Abu ‘Ammar, seorang ulama muda dari Mesir. Pembahasan-pembahasan dalam kitab tersebut tidak sekedar membahas melainkan 95% berdasarkan dalil-dalil dari AlQur’an dan As Sunnah.

Hari Qiyamat.
Kita sudah tahu apa makna Qiyamat.  Yang kita bahas adalah Qiyamat Qubra (Kiamat Besar) :

1.     Apa itu Kiamat ?,
2.     Hukum terhadap Hari Kiamat dan Urgensinya. Salah-satu perbuatan (perasaan) yang membatalkan ke-Islaman seseorang adalah ketika ia ragu terhadap kejadian Hari Kiamat. Kita ingat ada orang yang memperkirakan bahwa akan terjadi Kiamat pada tanggal 9 – 9 – 1999.  Atau yang terkhir ada orang mengatakan bahwa akan terjadi Kiamat tanggal 12 – 12 – 2012.  Artinya ada pendangkalan Aqidah bahwa kita ragu-ragu  akan terjadinya hari Kiamat. Lalu seperti apa urgensinya Hukum Beriman terhadap hari Kiamat ?
3.     Berapa jumlah penyebutan “Qiyamat” dalam AlQur’an ?
4.     Bagaimana persiapan hari keberangkatan ke Akhiat ? Suatu Keberangkatan yang yang mutlak tidak bisa diganggu-gugat, tidak bisa ditawar-tawar, tidak ada kabar, tidak ada telepon, tidak ada WA, Misscall, dst. Mau tidak mau kita harus berangkat.  Siap-kah ketika waktu berangkat kita sudah cukup bekal kita? Tidak usah banyak-banyak, tetapi asal cukup saja sudah baik. Yaitu cukup untuk menyelamatkan kita di hadapan Allah subhanahu wata’ala. Yaitu cukup ketika dihisab, cukup ketika ditimbang, dst. Cukup ketika di Padang Mahsyar. Dst.
5.     Kiamat itu datang (Terjadi) secara tiba-tiba. Ini yang lebih penting daripada sekedar materi.
6.     Hikmah datangnya (terjadinya) Kiamat. Bayangkan, apa gunanya kita beribadah kalau tidak terjadi Kiamat. Sehingga Kiamat adalah pintu untuk memetik (memanen) hasil Ibadah kita berupa pahala.
7.     Puncak (Ujung) penyebab terjadinya Kiamat. Rasulullah saw bersabda : Tidak akan terjadi Kiamat kecuali terjadinya pada Hari Jum’at.  Tetapi Jum’at kapan tidak disebutkan.
8.     Istimbath (Intisari) Pembahasan.


1.Apa itu Kiamat ?  (Qiyamat Qubra,  Kiamat Besar).
Kiamat secara makna bahasa adalah :  Terjadinya (Berdirinya) hari dimana semua urusan hanya Allah subhanahu wata’ala yang memutuskan hukum.  Mungkin hari ini (saat ini) kita masih bisa memutuskan Hukum, bahwa si A bersalah kepada si B, lalu  si C yang memutuskan masalah. Si Fulan dan si Fulan berperkara lalu Hakim memtuskan vonisnya.  Tetapi Kiamat nanti semuanya hanya Allah subhanahu wata’ala yang memutuskan.

Definisi I. 
Kiamat adalah suatu peristiwa hancurnya dan binasa-nya alam semesta serta berhentinya kehidupan di dalamnya,  secara total. Tidak ada lagi kehidupan, manusia dan tumbuhhan, semua mati, bahkan Malaikat-pun mati, kecuali yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wata’ala untuk hidup.  Bila Kiamat terjadi, maka semuanya mati. Alampun behenti, tidak ada angin, tidak ada tumbuhan, tidak ada batu-batuan, tidak ada matahari dan rembulan. Alam semesta berhenti secara total.

Definisi II.
Kiamat adalah Fase (Masa, kondisi) di mana seluruh manusia memasuki kehidup-an Akhirat dan dimulainya kehidupan itu.
Antara definisi I dan II berbeda tipis.  Antara kehidupan dunia dan kehidupan Akhirat disebut Kiamat. Ibarat orang tidur lalu bangun selisihnya hanya beberapa detik. Demikianlah kecepatan Kiamat seperti orang bangun dari tidurnya yang lelap.

Bila manusia sudah mati lalu terjadi Kiamat, maka itulah yang disebut Akhirat. Terjadinya Hari Kimat tentu dipercayai dan mempunyai dalil yang jelas dalam masing-masing Kitab Suci agama Samawi. (Agama Langit : Masihi, Yahudi, Islam), selain itu ada agama Ardhi (Agama Bumi, yang dibuat oleh manusia, seperti  : Hindu, Budha, dll).

Khususnya dalam Islam Hari Kiamat merupakan salah satu Rukun dalam beragama Islam.

Konsekuensi seorang Beriman terhadap Hari Kiamat.
Lihat AlQur’an Surat Al Baqarah ayat 177 :  

لَيۡسَ الۡبِرَّ اَنۡ تُوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ قِبَلَ الۡمَشۡرِقِ وَ الۡمَغۡرِبِ وَلٰـكِنَّ الۡبِرَّ مَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَالۡمَلٰٓٮِٕکَةِ وَالۡكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ‌ۚ وَاٰتَى الۡمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنَ وَابۡنَ السَّبِيۡلِۙ وَالسَّآٮِٕلِيۡنَ وَفِى الرِّقَابِ‌ۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ  ۚ وَالۡمُوۡفُوۡنَ بِعَهۡدِهِمۡ اِذَا عٰهَدُوۡا ۚ وَالصّٰبِرِيۡنَ فِى الۡبَاۡسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيۡنَ الۡبَاۡسِؕ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُتَّقُوۡنَ‏ ﴿۱۷۷﴾  


Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian (Hari Kiamat), Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Inti ayat tersebut adalah  berkaitan dengan :
1.     Kiblat,
2.     Tauhid, meng-Esakan Allah,
3.     Ke-Imanan,
4.     Sosial (Muamalah).

Ayat tersebut turun di Madinah, sebelum perpindahan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram.  

Aqidah adalah harga-mati. Yaitu harga yang harus dibawa sampai mati.    
Kebaikan adalah harga mati, yaitu kebaikan di sisi Allah subhanahu wata’ala.
Kebaikan 1 : Beriman kepada Allah subhanahu wata’ala,
Kebaikan 2 : Beriman kepada Hari Kiamat.
Itulah hakekat keimanan kepada Hari Kiamat. Maka Iman kepada Hari Kiamat adalah Harga-Mati, disamping kita beriman Kepada Allah, kepada Para Nabi dan beriman kepada Kitab-Kitab-Nya.
Selanjutnya, urgensi beriman kepada Hari Kiamat bukan sekedar wajib, tetapi “sangat wajib”.

Bila kita belajar tentang Ilmu Keimanan dan Keyakinan, efeknya adalah kepada perbuatan. Bila kita beriman kepada Hari Kiamat kita harus takut, kemudian kita harus berharap.

2. Hukum Terhadap Hari Kiamat  dan Urgensinya
Urgensi pertama, Keimanan kepada Hari Kiamat adalah salah satu dari 6 (enam) Pilar Bangunan seorang Mukmin.  Sehingga Aqidah seseorang tidak akan sempurna dan tidak sah kecuali dengan Keimanan yang sepenuhnya terhadap Hari Kiamat.
Keimanan terhadap Hari Kiamat jangan dianggap remeh dan tidak boleh ragu-ragu.

Urgensi kedua, bahwa bagi seorang Mukmin, meng-imani Hari Kiamat akan memberikan dampak kebaikan (positif) dan ke-Istiqomahan yang sangat besar serta ke-sholihan dalam beramal.

3.Jumlah penyebutan “Qiyamat” dalam AlQur’an.

- Yaumul Qiyamah.
Ada kurang-lebih 83 kali penyebutan “Qiyamat” dalam AlQur’an.  Imam Ibnu Katsir rohimullah  telah menyebutkan dalam Tafsirnya bahwa di dalam AlQur’an ada lebih dari 80 nama-nama Hari Kiamat.   Tetapi kita ambil contoh yang sering kita dengar saja : Seseorang yang sedang membaca AlQur’an, tiba-tiba menangis, meneteskan air-matanya, karena ia menghayati kalimat-kalimat Hari Kiamat, yang menunjukkan ke-dahsyatannya, kesengsaraannya, bagi orang-orang yang ditimpa Hari Kiamat.  Salah-satunya, yang sering kita dengar : Yaumul Qiyamah.

Lihat Surat An Nisaa’ ayat 87 :


اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ‌ؕ لَيَجۡمَعَنَّكُمۡ اِلٰى يَوۡمِ الۡقِيٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيۡهِ‌ؕ وَمَنۡ اَصۡدَقُ مِنَ اللّٰهِ حَدِيۡثًا‏ ﴿۸۷﴾  

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah ?


-Hari Pengumpulan Manusia.
Lihat Surat At Taghabun ayat 8 :


يَوۡمَ يَجۡمَعُكُمۡ لِيَوۡمِ الۡجَمۡعِ‌ ذٰ لِكَ يَوۡمُ التَّغَابُنِ‌ ؕ وَمَنۡ يُّؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ وَيَعۡمَلۡ صَالِحًـا يُّكَفِّرۡ عَنۡهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُدۡخِلۡهُ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَاۤ اَبَدًا‌ ؕ ذٰ لِكَ الۡفَوۡزُ الۡعَظِیْمُ‏ ﴿۹﴾  

 (Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. dan Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.

Maksud Hari pengumpulan adalah Hari Kiyamat.

-Hari Pertemuan.
Lihat Surat  Ghofir (Al Mu’min) ayat 15 :


رَفِيۡعُ الدَّرَجٰتِ ذُو الۡعَرۡشِ‌ ۚ يُلۡقِى الرُّوۡحَ مِنۡ اَمۡرِهٖ عَلٰى مَنۡ يَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِهٖ لِيُنۡذِرَ يَوۡمَ التَّلَاقِ ۙ‏ ﴿۱۵﴾  

 (Dialah) yang Maha Tinggi derajat-Nya, yang mempunyai 'Arsy, yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya Dia memperingatkan (manusia) tentang hari Pertemuan (hari kiamat).







-Hari Pembalasan.
Lihat Surat Al Ghasyiyah ayat 1:

هَلۡ اَتٰٮكَ حَدِيۡثُ الۡغَاشِيَةِؕ‏ ﴿۱﴾  

Sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan (Kiamat)?

-Hari Kemudian.
Lihat Surat Al Baqarah ayat 232:

وَاِذَا طَلَّقۡتُمُ النِّسَآءَ فَبَلَغۡنَ اَجَلَهُنَّ فَلَا تَعۡضُلُوۡهُنَّ اَنۡ يَّنۡكِحۡنَ اَزۡوَاجَهُنَّ اِذَا تَرَاضَوۡا بَيۡنَهُمۡ بِالۡمَعۡرُوۡفِ‌ؕ ذٰ لِكَ يُوۡعَظُ بِهٖ مَنۡ كَانَ مِنۡكُمۡ يُؤۡمِنُ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِؕ ذٰ لِكُمۡ اَزۡکٰى لَـكُمۡ وَاَطۡهَرُؕ‌ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ‏ ﴿۲۳۲  

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma'ruf.
Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

-Assaa’ah (Datangnya Kiamat).
Datangnya Kiamat sangat cepat dan tiba-tiba, sebagaimana disebutkan di atas.

-Yumil Ba’ats (Hari Kebangkitan).
Lihat  Surat Ar Ruum ayat 56 :

وَقَالَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ وَ الۡاِيۡمَانَ لَقَدۡ لَبِثۡـتُمۡ فِىۡ كِتٰبِ اللّٰهِ اِلٰى يَوۡمِ الۡبَـعۡثِ فَهٰذَا يَوۡمُ الۡبَـعۡثِ وَلٰـكِنَّكُمۡ كُنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ‏ ﴿۵۶﴾  
 Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai Hari Berbangkit; Maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)."



-Yaumuddin (Hari Agama, Hari Kiamat. Hari Pembalasan).
Surat Al Fatihah ayat 4 :

اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَاِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُؕ‏ ﴿۴﴾  

Yang menguasai di hari Pembalasan.

-Yaumul Hasrah (Hari dikumpulkan semua manusia). .

-Ad Daarul Akhirah, (Hari Akhir ).
Lihat Surat Al Ankabut ayat 64 :

وَمَا هٰذِهِ الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا لَهۡوٌ وَّلَعِبٌ‌ؕ وَاِنَّ الدَّارَ الۡاٰخِرَةَ لَهِىَ الۡحَـيَوَانُ‌ۘ لَوۡ كَانُوۡا يَعۡلَمُوۡنَ‏ ﴿۶۴﴾  

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya Akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

Dan masih banyak lagi tentang Hari Qiyamat disebutkan dalam Surat-Surat yang ada dalam AlQur’an.

4.Persiapan Keberangkatan ke Akhirat.
Hadits diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :  Pergunakanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Pertama,hidupmu(dalam ketaatan) sebelum matimu. Kedua, sehatmu sebelum sxakitmu. Ketiga, waktu lapangmu sebelum waktu sempitmu. Ke-empat, masa mudamu sebelum masa tuamamu. Kelima,masa kayamu sebelum fakirmu.
(Hadits riwayat Imam Muslim , Hadits nomor 1077).

Keterangan Hadits tersebut :
1.     Pergunakan hidupmu (dalam ketaatan) sebelum matimu, maksudnya : Pergunakan (lakukan) hidup di dunia dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala,   bukan untuk maksiat. Sebelum mati.
2.     Pergunakan sehatmu sebelum sakitmu, maksudnya : Selagi dalam keadaan sehat pergunakan untuk banyak-banyak beribadah, sebelum datang sakit.
3.     Perguinakan waktu lapangmu sebelum waktu sibukmu, maksudnya: Waktu luang pergunakan waktu untuk membaca AlQur’an dan kitab-kitab  Ilmu yang bermanfaat, untuk Dzikir, Sholawat, dst. Bukan membaca koran atau novel yang tidak bermanfaat.
4.     Pergunakan masa-mudamu sebelum masa-tuamu, maksudnya : Masa-muda dalam hal ini adalah siapa saja yang masih kuat bekerja (masih produktif) pergunakan untuk banyak beribadah, mencari pahala sebanyak-banyaknya.
5.     Pergunakan masa-kayamu sebelum masa fakirmu, maksudnya : Perbanyak shodakoh, infak, menolong fakir-miskin. dst.

Demikian antara lain Persiapan sebelum keberangkatan, artinya sebelum kita mati. Ketika kita mati tidak mungkin bisa kembali ke dunia lagi, tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Persiapan sebelum Hari Keberangkatan (mati) adalah :
Menuju ampunan Allah subhanahu wata’ala.  Makna ampunan :
1.     Kembali kepada Agama Allah (men-Tauhidkan Allah),
2.     Kembali kepada Perintah Allah subhanahu wata’ala,
3.     Ber-Taubat. 

Setelah bertaubat, maka kita langsung minta kepada Allah subhanahu wata’ala, yaitu Surga. Sebagaimana dalam Surat Ali Imran ayat 133 – 136.

اُولٰٓٮِٕكَ جَزَآؤُهُمۡ مَّغۡفِرَةٌ مِّنۡ رَّبِّهِمۡ وَ جَنّٰتٌ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا‌ ؕ وَنِعۡمَ اَجۡرُ الۡعٰمِلِيۡنَؕ‏ ﴿۱۳۶﴾  
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (136)

Kita diperintahkan untuk segera bertaubat. Segera menuju ampunan Allah. 

Mengharap Surga dengan cara :
1.     Ber-Shodakoh, ber-Infaq dalam kondisi lapang maupun sempit.
2.     Menahan marah,
3.     Memberi maaf kepada orang lain.

Keutamaan memberi maaf.
Di zaman Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, ketika beliau sedang duduk di majlis menyampaikan tausiyahnya, beliau bersabda : “Sebentar lagi akan datang seorang pemuda ahli Surga yang akan masuk ke mesjid kita ini”.  Para sahabat menengok ke kiri dan kanan mencari-cari mana orangnya.  Tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan jenggotnya yang basah dengan memakai sandal.  Para sahabat mengira itulah yang dimaksud oleh Rasulullah saw.

Esok harinya lagi datang orang yang sama.  Sampai hari ketiga datang lagi orang yang sama. Para sahabat bertanya-tanya, apa kelebihan pemuda itu sehingga dikatakan oleh Rasulullah Saw sebagai penduduk Surga.  Salah seorang sahabat penasaran lalu ia minta ijin untuk mendatangi rumah pemuda tersebut.  Ternyata dalam keseharinnya ia (pemuda tersebut) biasa-biasa saja, tidak ada ibadah yang istimewa.  Tetapi kenapa disebutkan oleh Rasulullah  saw bahwa orang itu calon Ahli Surga.

Setelah ditanya secara mendetail, orang tersebut mengatakan : Sesungguhnya aku adalah apa yang engkau lihat. Biasa-biasa saja, setiap hari aku sholat berjamaah di masjid, aku berdagang seperti orang-orang lain berdagang. Tetapi memang ada amalan hati dalam diriku yang setiap hari aku lakukan, yaitu aku selalu mawas-diri, dan setiap aku hendak tidur aku memaafkan semua orang yang bergaul dengan aku.  Bila ada orang bersalah baik sengaja atau tidak, aku selalu memaafkannya.

Ternyata itulah yang menjadikan Rasulullah saw men-cap ia Ahli Surga. Orang itu selalu memaafkan setiap orang yang bergaul dengannya,  setiap malam ketika hendak tidur. Ia tidak pernah ada dendam. Kemudian ia ber-Istighfar ketika mendzolimi diri sendiri maupun orang lain, serta tidak akan mengulangi perbuatan dosanya.

5.Hari Kiamat datang secara tiba-tiba (Dalam waktu sangat cepat).
Dalam Hadits riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ibnu Majah, yaitu Hadits nomor 7411, dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, bersabda :
Sungguh, Kiamat akan datang seperti ketika dua orang laki-laki membentangkan baju keduanya, kemudian mereka tidak sempat melipat baju itu kembali, Kiamat sudah datang.   Kedua,  Kiamat akan datang seperti ketika seorang laki-laki pulang dengan membawa susu yang telah diperahnya tetapi ia tidak sempat meminumnya.

Selanjutnya Rasulullah saw bersabda : “Sungguh,  Kiamat datang ketika seseorang menemukan sumber air tetapi ia tidak sempat meminum air yang ia peroleh”.
Banyak lagi Hadits yang berkaitan dengan datangnya Hari Kiamat dengan tiba-tiba, seluruh alam semesta ini hancur tanpa tahapan.

6.Hikmah Terjadinya Kiamat.
Ada lima point tentang datangnya Hari Kiamat :
1.     Bagi seorang mukmin yang sholih, Kiamat adalah pintu menuju Hakekat Kehidupan. Bagi orang yang beriman dan beramal-sholih, Kiamat adalah puncak Ketakutan dan Kelelahan. 
2.     Di hari Kimat kelak semua manusia berkumpul dan tidak saling mengenal, berdiri menunggu selama 40 tahun di hadapan Allah subhanahu wata’ala. Kelelahan yang luar biasa. Tidak ada makanan dan tempat istirahat. Semua berdiri menunggu panggilan pengadilan Allah, satu per-satu. Namun kelelahan dan ketakutan itu akan mengantar kepada kenikmatan. Yaitu Surga.
3.     Di Hari Kiamat bagi seorang mukmin yang sholih, Kiamat adalah jalan untuk mengambil balasan (hasil) dari seluruh amalan ketika di dunia.  Ibaratnya, seperti seorang pegawai di akhir bulan, ia mendapatkan gaji/upahnya.
4.     Bagi seorang mukmin  yang sholih Kiamat adalah proses untuk masuk Surga.
5.     Bagi seorang mukmin yang sholih Kiamat adalah satu-satunya fasilitas untuk bertemu  Allah subhanahu wata’ala. Tanpa Hari Kiamat kita tidk akan bisa melihat Wajah Allah subhanahu wata’ala. Kenikmatan terbesar di sisi Allah di Akhirat adalah berjumpa dengan Allah subhanahu wata’ala.  

Puncak/Ujung terjadinya Kiamat.
Ada tiga Hadits sebagai referensi :
Pertama, Hadits shahaih, Rasulullah saw bersabda : Tidak akan terjadi Kiamat, kecuali kejahatan manusia sudah mencapai puncaknya. Puncak Kejahatan/Keburukan manusia yaitu manusia melakukan zina secara terang-terangan, dan tidak ada orang yang berani menegur atau melarang. (Hadits riwayat Imam Muslimdan Imam Ahmad).

Kedua, Hadits dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shollllahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidak akan terjadi Hari Kiamat sampai tidak ada lagi ucapan (dikumandangkan) Allahu Akbar.

Ketiga, Hadits shahih, Rasulullah saw bersabda : Terjadinya Kiamat adalah Allah subhanahu wata’ala akan mengutus angin, dimana selama dua tahun tidak ada permusuhan, lalu Allah mengirim angin dingin dari arah Syam  sehingga tidak lagi manusia tersisa di muka bumi yang dalam hatinya terdapat kebaikan keimanan, maka Allah akan mematikan semua itu termasuk manusia yang berdzikir dan punya iman, semua akan Allah matikan. Sampai-sampai bila ada seseoranag dari kalian yang memasuki gua atau lereng gunung, angin itu akan mematikannya. Sebelum  Kiamat itu terjadi, maka orang-orang beriman akan mati terlebih dahulu.


Sekian bahasan, mudah-mudahan bermanfaat.


No comments:

Post a Comment